Menerjemahkan...

Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Seoul: Menjelajahi Pesona "Slow Travel" di Pedesaan Korea Selatan

Bagikan
Suasana Pedesaan di Korea

Selama ini, bayangan kita tentang Korea Selatan mungkin didominasi oleh gemerlap lampu neon di Gangnam, gedung pencakar langit Seoul, atau pusat belanja Myeongdong yang padat.

Namun, jika Anda bersedia menempuh perjalanan beberapa jam ke luar kota, Anda akan menemukan sisi "jiwa" Korea yang sebenarnya: pedesaan yang tenang, udara pegunungan yang segar, dan tradisi yang masih bernapas.

First Name Last Name Points
Jill Smith 50
Eve Jackson 94
Adam Johnson 67
Bo Nilson 35

Inilah rekomendasi destinasi pedesaan di Korea Selatan bagi Anda yang mencari pengalaman self-healing dan slow travel.

1. Desa Rakyat Hahoe di Andong: Kembali ke Masa Dinasti Joseon

Terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Desa Hahoe bukan sekadar museum terbuka. Ini adalah desa yang masih dihuni oleh keturunan keluarga klan Ryu. Di sini, Anda bisa menginap di rumah tradisional (Hanok) yang berusia ratusan tahun.

Pemandangan sungai Nakdong yang melengkung mengelilingi desa menciptakan suasana puitis yang sulit ditemukan di kota besar. Jangan lupa mencicipi Andong Jjimdak (ayam semur khas lokal) yang autentik di sini.

2. Perkebunan Teh Hijau Boseong: Gelombang Hijau yang Menyejukkan

Bayangkan berdiri di tengah bukit yang dipenuhi barisan tanaman teh hijau yang rapi, sementara kabut tipis turun menyelimuti lembah. Boseong adalah produsen teh terbesar di Korea.

Berjalan di antara jalur-jalur pohon teh di Daehan Dawon akan memberikan ketenangan visual yang luar biasa. Setelah lelah berkeliling, Anda bisa menikmati es krim teh hijau atau mie dingin teh hijau yang segar.

3. Daegwallyeong Sheep Ranch: "Swiss-nya" Korea di Pyeongchang

Terletak di dataran tinggi Pyeongchang, peternakan domba Daegwallyeong menawarkan pemandangan padang rumput hijau yang luas dengan domba-domba yang berkeliaran bebas.

Pada musim dingin, tempat ini berubah menjadi negeri dongeng serba putih yang tertutup salju tebal. Udara di sini sangat murni, menjadikannya tempat pelarian sempurna bagi warga kota yang ingin membersihkan paru-paru dari polusi.

4. Desa Nagan Eupseong: Keajaiban Rumah Beratap Jerami

Berbeda dengan desa Hanok yang beratap genteng (untuk bangsawan), Nagan Eupseong menampilkan keaslian desa rakyat jelata zaman dahulu dengan rumah beratap jerami berbentuk bulat.

Terletak di Provinsi Jeolla Selatan, desa berbenteng ini masih mempertahankan gaya hidup tradisional. Berjalan di atas dinding benteng saat matahari terbenam akan memberikan perspektif visual yang sangat sinematik.

5. Hutan Bambu Juknokwon, Damyang: Suara Alam yang Menenangkan

Damyang terkenal dengan "Slow City"-nya. Di Juknokwon, Anda bisa menyusuri jalan setapak panjang di bawah naungan pohon bambu raksasa yang menjulang tinggi.

Gemerisik daun bambu saat tertiup angin dipercaya memiliki efek terapi bagi pikiran. Setelah dari hutan, Anda wajib mencoba Daetongbap (nasi yang dimasak di dalam bambu) yang harum.

Kesimpulan

Wisata pedesaan di Korea Selatan menawarkan keseimbangan sempurna setelah Anda lelah dengan keriuhan belanja dan konser K-Pop. Dengan slow travel, Anda tidak hanya melihat pemandangan, tetapi juga merasakan keramahan lokal dan kedamaian yang mendalam.

Jadi, pada perjalanan Anda berikutnya ke Negeri Ginseng, pastikan untuk memesan tiket kereta menuju selatan dan temukan keajaiban di balik perbukitannya.

Bagikan
San Muliadi, author artikel "Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Seoul: Menjelajahi Pesona "Slow Travel" di Pedesaan Korea Selatan"
Blogger Indonesia. Kontak insanmuliadi@gmail.com untuk inquiry.
Tags:

Artikel Terkait

Telusuri
Menu
Daftar Baca
To Top

Daftar Baca

Hapus semuanya
✕ Tutup
16px
chevronup chevrondown Home Icon